5 hari lagi aku berangkat ke Vietnam. Semakin dekat hari keberangkatan, rasanya makin bersemangat. Untuk pertama kalinya aku ke luar negeri, walaupun masih di sekitar asia tenggara. Mungkin dalam waktu dekat, aku bisa mengunjungi Eropa yang sebagaimana selalu aku inginkan.

Ngomongin pergi ke luar negeri, aku jadi ingat 6 tahun yang lalu aku pernah curhat di status facebook ku secara private. Saat itu teman-teman SMP ku sedang bersiap-siap untuk study tour. Mereka selalu membicarakannya sepanjang bulan itu. Karena sekolah juga mengumumkannya setiap minggu dan teman-temanku sedang sibuknya mencari tempat duduk dan bis nomor berapa.

Sedangkan aku? Papa selalu bilang kalau gak punya uang untuk ikut, dan aku masih belum tahu dimana mama saat itu (sampai 2019). Dalam kekecewaan, aku menuliskannya disana.

![IMG](../images/Screenshot from 2022-11-14 09-49-56.png "IMG")

![IMG](../images/Screenshot from 2022-11-14 09-55-05.png "IMG")

"Bukan karena uang, tapi prestasi". Aku kira aku memang sudah ditakdirkan kekurangan uang selamanya. Artinya, satu-satunya cara ke luar negeri adalah dengan mengikuti lomba berskala internasional. Dan aku menemukan hal yang menjadi kesukaanku sejak dulu, programming.

Pas SMK, aku mengikuti segala lomba IT sebanyak mungkin. Aku memenangkan beberapa kompetisi itu, tapi sayang, aku tidak pernah tembus ke kompetisi internasional. Satu-satunya harapanku adalah LKS, tapi covid-19 menghancurkan harapan itu.

Sebagaimana tuhan telah memberikan hidup dan nafas sampai detik ini kepadaku. Ia selalu memberikan kesempatan asal orang itu memiliki keinginan penuh. Pada akhirnya, 6 tahun kemudian, minggu ini, aku akan pergi ke luar negeri dengan uang dan kerja kerasku sendiri.

---

Sebenarnya aku akan mengunjungi 2 negara dalam seminggu, Vietnam dan Singapura. Singapura hanya untuk transit selama sehari penuh. Aku tidak punya rencana perjalanan secara spesifik. Aku hanya menulis begini.

19 - 22 | Sampai dan stay di Ho Chi Minh City
22 | Pergi ke Hanoi naik kereta (32 jam)
24 - 26 | Sampai dan stay di Hanoi
26 | Terbang ke Singapura
26 - 27 | Stay di Singapura
27 | Kembali ke Bali

Aku sudah tahu harus kemana. Soal apa yang akan terjadi dan mau mengunjungi apa aku disana, lihat saja nanti. Apapun yang akan terjadi, terjadilah.

Di Vietnam, aku akan bertemu dengan temanku, namanya Thu Trang, orang asli Vietnam yang kuliah jurusan bahasa indonesia. Jadi dia bisa ngomong bahasa indonesia cukup bagus karena sudah mempelajarinya selama 4 tahun. Dia juga ingin mengajakku ke beberapa tempat di Ho Chi Minh City, termasuk naik water bus di sungai saigon.

Sehabis dari Ho Chi Minh, aku lanjut ke Hanoi naik kereta. Banyak temanku yang menganggapku gila soal ini. Karena aku benar-benar akan pergi dari bagian paling selatan Vietnam, ke bagian paling utara (hampir ke perbatasan china) naik kereta selama 32 jam. Padahal, aku bisa naik pesawat dengan harga yang sama dalam waktu tempuh hanya 2 jam hahahaha.

Aku ingin merasakan perjalanan secara pelan-pelan. Melihat pemandangan dari setiap kota di Vietnam. Aku gak masalah untuk berada di kereta selama itu. Terlebih lagi, aku mendapatkan kereta kelas 1 dengan fasilitas sleeper bed. Jadi itu akan menjadi perjalanan yang keren.

Thu Trang bilang kepadaku, kalau di Hanoi sedang sangat dingin. Aku sepertinya harus beli jaket tebal di Ho Chi Minh City nanti.

---

Transit di Singapura selama 23 jam. Aku sengaja melakukannya supaya bisa mengunjungi negara sebanyak yang kubisa selama seminggu. Aku cerita soal ini ke boss ku dan dia memberiku kartu transport untuk bisa keliling Singapura naik bus dan MRT secara gratis. Oke, mungkin aku akan menggunakannya untuk pergi ke hotel dan keliling Singapura sebentar.

Aku kira tidak akan ada yang terjadi di Singapura. Aku mungkin akan berjalan keliling, belanja, pergi ke merlion, marina bay, dan lainnya. Aku akan melakukan semuanya sendiri, 23 jam di Singapura cukup lah.

Itu yang ada dipikiranku ketika booking tiket pesawat. Sampai ketika aku bilang soal rencana perjalananku ke Chris, temanku dari Belanda yang sedang berada di Bali. Di depan Circle K di Ubud, aku ngobrol dengannya. Dan dia langsung bersemangat menelepon temannya, Nurul, dan bilang kalau aku akan ke Singapura.

Aku ngobrol dengan Nurul dengan bahasa Indonesia Melayu. Dia mau membantuku untuk mengajak keliling Singapura dan mencari hotel.

---

Aku sudah menukar uang cash untuk di Vietnam dan Singapura nanti. Menghitung kurs itu melelahkan. Beginilah rasanya mau traveling ke luar negeri tapi uang pas-pasan. Sekarang aku punya 100 dollar amerika (nantinya akan kutukar saat di Vietnam), dan 130 dollar singapura.