New Honda CB150R merah, adalah motor pertama yang aku beli dari usahaku sendiri. Aku bisa membeli motor ini di bulan kedua aku bekerja di Bali dengan lebih murah. Yup, ini adalah motor bekas yang harga aslinya bisa mencapai Rp. 27 juta namun bisa aku dapatkan dengan harga second Rp. 16,7 juta.

Awal dari keinginanku membeli motor jenis ini adalah ketika aku kelas 3 SMK dulu. Aku mulai suka bertanya-tanya ke teman-teman tentang motor semi moge yang joknya biasa, suara knalpotnya tidak berisik, dan posisi ridingnya tidak terlalu bungkuk. Lalu aku menemukan tipe motor CB ini. Aku bertanya kepada temanku yang orang tuanya pernah punya motor jenis ini, dia bilang sangat nyaman dipakai untuk sendiri ataupun berboncengan. Yah.. dulu aku cuma bisa tanya-tanya saja, belum cukup uang untuk membelinya 😁.

H-2 sebelum keberangkatanku ke Bali, aku pernah bilang ke seseorang di perjalanan mengantarnya pulang ke rumahnya di 22, Metro. Aku bilang, "aku gak tau Bali akan seperti apa, tapi ketika sampai disana, aku bakal prioritasin untuk beli motor". Aku tiba-tiba bilang itu karena di lampu merah taman kota, aku melihat seseorang di sebelahku naik motor CB yang membuatku berkata dalam hati, "woahh gagahnyaa!.

Bulan pertama aku di Bali adalah masa yang sangat sulit. Tidak kenal siapa-siapa, dan aku sempat berada di posisi dimana aku terkena covid dan harus memikirkan tempat tinggal dan kendaraan secara bersamaan dengan mempertimbangkan sisa uang yang aku punya. Selama ini aku selalu naik gojek yang mana harganya bisa sangat mahal kalau terus-terusan. Beruntungnya aku, teman kantorku mau menyewakan motor Beat nya dengan harga lebih murah dari harga sewa di tempat lain.

Sampai di kos baru, aku terus memikirkan bagaimana aku bisa mendapat kendaraan segera. Aku bertanya-tanya kepada orang yang baru aku kenal, juga ke tiap driver gojek. Siapa tahu mereka punya kenalan dealer.

Aku pergi ke salah satu dealer dan meminta brosur harga-harga motor. Disini aku mulai galau, apakah aku mencari motor matic, atau manual. Aku teringat akan mimpiku untuk memiliki motor CB waktu dulu. Akupun mulai melihat-lihat harga motor CB yang ternyata harga barunya mahall bangettt. Aku tidak tahu apakah aku bisa memilikinya. Aku ingat waktu itu, di kos, aku sempat mengganti wallpaper laptop ku dengan motor CB150R sembari berdoa, "ya allah, aku ingin motor ini segera, permudahkanlah".

Aku melihat-lihat di situs barang bekas. Aku menemukan motor CB150R merah tahun 2019 yang dijual dengan harga murah yaitu Rp.17jt di salah satu showroom di Denpasar. Aku pikir, ini adalah pertanda baik. Aku menemukan motor impian dengan harga lebih murah daripada motor matic/manual baru. Namun saat itu uangku belum cukup sepenuhnya. Gak tahu ya, selalu ada keinginan dalam diriku untuk membeli motor itu secara tunai, tanpa kredit. Sayang sekali, bukan waktu yang tepat. Motor dengan harga segitu pasti akan segera dibeli orang lain.

Sekitar 3 minggu kemudian, aku sudah memiliki uang yang cukup untuk membeli motor. Aku iseng cek motor CB merah yang pernah aku temukan waktu itu dan ternyata masih dijual alias belum ada yang beli!

Aku mengajak kak Wawan, anak bapak kosku. Dia punya teman yang paham mesin motor yang bisa membantuku untuk menilai apakah motor ini layak dibeli atau nggak. Mereka mengantarku, dan dengan waktu singkat dan segala proses tawar-menawar, akhirnya aku membelinya CASH!! Tidak bisa kupercaya aku memiliki motor ini juga akhirnya. Seperti yang aku bilang, aku mendapat motor ini seharga Rp. 16,7jt, dengan kata lain, aku mendapat diskon Rp.300rb dari tawar-menawar karena temanku bilang ada beberapa part di motor yang harus diperbaiki.

Satu masalah lagi, ini adalah motor semi moge pertama yang pernah aku naiki. Aku sebenarnya tidak bisa membawa motor kopling 😂. Aku meminta kak Wawan untuk membawanya ke kos sementara aku masih dengan motor Beat sewaanku. Sesampainya motorku di parkiran kos, aku hanya diam memandanginya, sesekali memfotonya. Kemudian aku berdoa untuk motor ini, semoga apa yang kudapatkan ini selalu akan membawaku kepada kebaikan, bukan musibah.

Malamnya, aku mencoba motor ini sendirian dari Kuta ke Denpasar. Tidak sulit belajar motor kopling, walau diawal suka mati-mati sendiri mesinnya karena kesalahanku. Wahh.. Rasanya senang sekali!!

![image](../images/Screenshot from 2022-05-25 05-50-28.png "image")

Berbulan-bulan kemudian, aku banyak menghabiskan waktu bersama motor ini. Motor ini telah membawaku kemana-mana, ke tiap kota yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya di pulau Jawa, Bali, dan Lombok. Ada kota Banyuwangi, Situbondo, Mojokerto, Purwokerto, Klaten, Jogjakarta, Tasikmalaya, Bandung, Garut, Sumedang, Karawang, Bekasi, Jakarta, Kintamani, Ubud, Mataram, Mandalika, dan masih banyak lagi.

Ketika aku senang, ketika aku sedih, ketika aku patah hati, aku selalu memakai motor ini untuk pergi entah kemana untuk menenangkanku sedikit. Motor ini juga menjadi saksi bisu perjalananku, kesulitanku, dan juga kebersamaan dengan teman dan orang yang aku sayang.

image

Solo Ride from Bali to Jakarta, Desember 2021