00.57 Waktu Ipoh, Malaysia.

Setelah berada di Langkawi sekitar 5 hari, aku yang tadinya berniat ke koh lipe, thailand lewat jalur laut terpaksa kembali ke main land malaysia sabah karena jalur menuju thailand ternyata ditutup dan baru dibuka bulan November. Aku menempuh perjalanan perahu, mobil, dan kereta selama 9 jam ke area pegunungan di utara Malaysia yang bernama Ipoh. Aku hanya secara random memilih tempat ini karena di map aku melihat bahwa kota ini terletak di lembah antara perbukitan tinggi, seperti di Bandung.

Sampai Ipoh, perbedaan kontras kulihat. Disini mayoritas etnis tionghoa. Aku seperti merasa di China. Orang-orangnya, jalannya, tokonya, suasananya. Aku bahkan sempat mengunjungi sebuah pura budha yang terletak didalam goa yang sudah ada sejak ratusan tahun.

Malam ini, malam terakhir aku di Ipoh. Saat malam pertama aku disini, aku tidak memiliki rencana sama sekali. Sampai aku bertemu dengan dua wanita tangguh dari Medan dan Jogja. Mereka adalah traveler yang punya pengikut dan komunitas lumayan banyak di sosial media. Aku mengobrol dengan mereka dan kita bahkan belum tahu nama masing-masing. Namun sebuah keputusan spontan terjadi. Besok malam, aku akan ke India bersama mereka. Bertuju pada kota bernama Ahmed Abad dan berjalan terus ke utara sampai New Delhi. Kami akan melintasi padang pasir dan pegunungan India. Semoga semuanya berjalan lancar.