{
    "componentChunkName": "component---src-templates-post-js",
    "path": "/membenci-negara-memang-enak-tapi/",
    "result": {"data":{"markdownRemark":{"html":"<blockquote>\n<p>Anthon Chekhov, 1921:\nCara membuat manusia bersatu adalah dengan memberi mereka satu kebencian bersama. (sad truth)</p>\n</blockquote>\n<ul>\n<li>Sumpah pemuda lahir karena kebencian terhadap Belanda</li>\n<li>PKI dimusnahkan karena kebencian terhadap komunisme dan cina (peking / beijing)</li>\n<li>Kalau tidak ada kiri, maka tidak akan ada kanan. Lalu, kebencian apa lagi yang akan mempersatukan Indonesia?</li>\n</ul>\n<p>Selama 5 tahun aku bekerja dan berada di lingkungan orang Belanda, belajar segala macam kultur barat. Dan setahun ini, aku belajar di lingkungan Cina, belajar segala macam kultur timur.</p>\n<p>Di Belanda, aku bertanya, siapa sebenarnya tokoh pahlawan Indonesia “menurut mereka”?</p>\n<p>Belanda membagi 3 golongan di masa kolonial:</p>\n<ol>\n<li>Paling tinggi ada golongan eropa</li>\n<li>Lalu golongan timur asia (cina, arab, para sultan, dan cendekiawan)</li>\n<li>Paling rendah ada golongan pribumi</li>\n</ol>\n<p>Yang aku kenal sebagai bapak bangsa adalah para golongan kedua yang luput dari pengawasan hingga akhirnya memicu pembrontakan.</p>\n<p>Desember 2025, aku dan temanku dari Taiwan bertemu dengan satu keluarga Chindo (temannya) di Jakarta Timur. Keluarga yang cukup terisolasi dari lingkungan non-chindo.</p>\n<p>Selesai pertemuan, aku bertanya dalam hati.</p>\n<ul>\n<li>Kenapa mereka bisa merendahkan aku sebegitunya?</li>\n<li>Kenapa mereka bisa rasis seperti itu?</li>\n<li>Kenapa mereka melontarkan berbagai macam trauma 65 dan 98 kepadaku padahal aku belum lahir?</li>\n<li>Aku malu karena tidak tahu apapun.</li>\n</ul>\n<p>Lalu mulai 2026, aku pergi ke Cina. Berkelana ke pegunungan di Tibet. Belajar di universitas terbaik di Taiwan. Belajar bahasanya sampai sekarang.</p>\n<p>Belajar sejarahnya dan belajar memahami komunis cina di mainland, demokrasi cina di Taiwan, juga china-indonesia.\nBelajar banyak perbedaan justru membuatku mengenal tentang diriku dan Indonesia sendiri.</p>\n<p>Membenci memang rasanya enak, tapi aku memilih untuk berjanji kepada diri sendiri untuk menjadi kompeten di bidang apapun yang akan aku tekuni.</p>\n<p>Karena “ratu adil” cuma ada di cerita anak-anak. Dunia sebenarnya tidak hitam dan putih / setan dan malaikat / kiri dan kanan. Dunia itu abu abu.</p>\n<blockquote>\n<p>Bagus P. Muljadi, 2022:\n“Kamu adalah pecahan khalik, akalmu dibuat untuk memecah rahasia langit, bukan untuk meminta belas kasih. Kamu lebih luas dari gunung dan lautan. Bumi yang baru akan lahir dari karyamu, bukan dari cela”</p>\n</blockquote>","excerpt":"Anthon Chekhov, 1921:\nCara membuat manusia bersatu adalah dengan memberi mereka satu kebencian bersama. (sad truth) Sumpah pemuda lahir…","thumbnailSrc":"https://r2.tegarsantosa.com/blog/thumbnails/default.png","audioSrc":null,"documentSrc":null,"fields":{"slug":"/membenci-negara-memang-enak-tapi/"},"frontmatter":{"title":"Membenci Negara Memang Enak, Tapi...","date":"October 29, 2026","tags":["life"],"categories":["Random Thoughts"],"description":"no description","comments_off":"no","author":null,"published":null}}},"pageContext":{"slug":"/membenci-negara-memang-enak-tapi/","previous":{"id":"f4631513-a5b4-5b35-9dd5-a45355a31ac6","frontmatter":{"title":"WARISAN PENJAJAHAN BELANDA DI INDONESIA PASCA KOLONIAL","tags":["social journal"],"categories":["Read Out Loud"],"template":"post"},"fields":{"slug":"/warisan-penjajahan-belanda-di-indonesia-pasca-kolonial/"}},"next":null}},
    "staticQueryHashes": []}