{
    "componentChunkName": "component---src-templates-post-js",
    "path": "/vegetasi-hutan-mangrove-kalimantan-diatas-pipa-minyak/",
    "result": {"data":{"markdownRemark":{"html":"<p>Balikpapan, Kalimantan Timur.</p>\n<p>Tahun 1897, seorang insinyur dan ahli kehutanan Belanda, J.H. Menten, menemukan sumur minyak pertama di Kalimantan atas izin konsesi eksplorasi dari Sultan Kutai. Area ini kemudian bernama Sumur Mathilda dan Sumur Nonny, kedua nama yang berasal dari nama kedua putrinya. Penemuan ini mengundang banyak orang dan menandai kelahiran dari Kota Balikpapan, sebuah kota terbesar kedua di Kalimantan Timur.</p>\n<p>Mitosnya, sumur tua di kawasan pinggiran atau hutan kota sering dianggap angker. Warga setempat percaya bahwa di beberapa titik sumur minyak tertentu, kerap terdengar suara bising mesin pengeboran atau derap langkah tentara pada malam hari yang tidak berpenghuni.</p>\n<p>---</p>\n<p>26 Mei 2026, aku berkesempatan untuk mengunjungi Mangrove Center Graha Indah di Batu Ampar, Balikpapan Utara. Pak Rahmat adalah orang lokal yang memanduku selama eksplorasi ini dengan perahunya.</p>\n<p>Teringat pada <a href=\"/kota-di-langit-tibet\">trip ke Tibet</a> Januari lalu, ketinggian disana sekitar 4200 mdpl dengan kadar oksigen 60%. Ketipisan oksigen yang menyiksa, mengikat paru-paru, membuatku sangat bersyukur atas oksigen yang tak terbatas di tiap keseharianku. Ini kali pertamanya aku melihat dan menyentuh pohon mangrove. Oksigen disini tidak lagi terasa 100%, bahkan 200%. Seringkali kututup mataku, merasakan tiap gesekan udara dalam tenggorokanku, dan menikmati tiap hembusannya. Aku merasa hidup, seimbang, dan segar.</p>\n<p><span\n      class=\"gatsby-resp-image-wrapper\"\n      style=\"position: relative; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 800px; \"\n    >\n      <a\n    class=\"gatsby-resp-image-link\"\n    href=\"/static/eff2d97fcd4615bbd8e2b8c7e9d28026/c5fc9/1086.jpg\"\n    style=\"display: block\"\n    target=\"_blank\"\n    rel=\"noopener\"\n  >\n    <span\n    class=\"gatsby-resp-image-background-image\"\n    style=\"padding-bottom: 108%; position: relative; bottom: 0; left: 0; background-image: url('data:image/jpeg;base64,/9j/2wBDABALDA4MChAODQ4SERATGCgaGBYWGDEjJR0oOjM9PDkzODdASFxOQERXRTc4UG1RV19iZ2hnPk1xeXBkeFxlZ2P/2wBDARESEhgVGC8aGi9jQjhCY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2P/wgARCAAWABQDASIAAhEBAxEB/8QAFwABAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAQDAv/EABYBAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAECAP/aAAwDAQACEAMQAAAB7xnRJgW+UEL3/8QAGxAAAgIDAQAAAAAAAAAAAAAAAAIBEQMQEjH/2gAIAQEAAQUCuHGpdyx6KqSZEp+aP//EABQRAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAACD/2gAIAQMBAT8BH//EABURAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAABAB/9oACAECAQE/ASH/xAAaEAACAwEBAAAAAAAAAAAAAAAAEQEQITEC/9oACAEBAAY/At7XUODTBeYFX//EABsQAAMAAwEBAAAAAAAAAAAAAAABESExQdFh/9oACAEBAAE/IUlAu02OUm2lJ+mJV6O9IaUv7kfQ0cqf/9oADAMBAAIAAwAAABDH973/xAAWEQEBAQAAAAAAAAAAAAAAAAARABD/2gAIAQMBAT8QI3//xAAXEQADAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAREQ/9oACAECAQE/EIRjZ//EAB4QAQEAAgICAwAAAAAAAAAAAAERADEhQWFxUYGR/9oACAEBAAE/EC0XUTZnAUjE6PSe8QVPgl+8FkllCA+d7y4MA1PLvE1fVRwSEuaOH7cvOR6MiwwF1n//2Q=='); background-size: cover; display: block;\"\n  ></span>\n  <img\n        class=\"gatsby-resp-image-image\"\n        alt=\"Mangrove\"\n        title=\"Mangrove\"\n        src=\"/static/eff2d97fcd4615bbd8e2b8c7e9d28026/4b190/1086.jpg\"\n        srcset=\"/static/eff2d97fcd4615bbd8e2b8c7e9d28026/e07e9/1086.jpg 200w,\n/static/eff2d97fcd4615bbd8e2b8c7e9d28026/066f9/1086.jpg 400w,\n/static/eff2d97fcd4615bbd8e2b8c7e9d28026/4b190/1086.jpg 800w,\n/static/eff2d97fcd4615bbd8e2b8c7e9d28026/c5fc9/1086.jpg 1118w\"\n        sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\"\n        style=\"width:100%;height:100%;margin:0;vertical-align:middle;position:absolute;top:0;left:0;\"\n        loading=\"lazy\"\n        decoding=\"async\"\n      />\n  </a>\n    </span></p>\n<p>Pohon mangrove adalah spesies tumbuhan yang memproses karbon 5x lebih cepat dari spesies pohon di hutan. Karena itu, disini terasa sangat sejuk dan segar. Walau demikian, butuh puluhan hingga ratusan tahun untuk pohon ini tumbuh secara sempurna dari tunasnya. Pak Rahmat dan warga sekitar sangat amat memperhatikan keseimbangan ekosistem hutan disini. Hutan ini berada di dekat perkotaan dan pelabuhan kapal tanker minyak, yang mana diyakini dahulunya adalah bagian dari hutan yang memisahkan diri.</p>\n<p>Kami melakukan eksplorasi hutan selama sekitar 1 jam melewati belantara sungai liar. Diantara suara mesin yang mengayuh baling-baling perahu, aku bercerita dan bertanya banyak hal dengan Pak Rahmat.</p>\n<p>\"Lihat atas sana!\", teriak Pak Rahmat.</p>\n<p>Diantara serabut tunas dan daun, aku melihat seekor monyet hidung panjang yang disebut juga sebagai Bekantan. Monyet ini pertama kali kukenal sebagai ikon dari Dufan, tempat wisata keluarga di Jakarta Utara. Kami berlayar saat pukul 12 siang. Jarang sekali mereka terlihat pada jam segini karena panas yang luar biasa. Bekantan biasanya aktif pada pagi dan sore hari.</p>\n<p>Bekantan hidup dalam kelompok. Tiap kelompok memiliki 1 pemimpin atau alpha yang harus memiliki 5 betina. Siklus reproduksi betina hampir sama seperti manusia. Mereka akan hamil selama 6-9 bulan, lalu kemudian melahirkan hanya 1 bayi, dan jeda hingga 2 tahun lamanya sebelum bisa melahirkan lagi. Anak bekantan jantan yang sudah besar perlahan akan berpisah dengan kelompoknya untuk mencari betina. Mereka harus bertarung dengan kelompok lain dan berusaha untuk menjadi alpha di kelompoknya sendiri.</p>\n<p><span\n      class=\"gatsby-resp-image-wrapper\"\n      style=\"position: relative; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 738px; \"\n    >\n      <a\n    class=\"gatsby-resp-image-link\"\n    href=\"/static/2336a063d781db05e314f10e0b169f8b/2c956/4006.jpg\"\n    style=\"display: block\"\n    target=\"_blank\"\n    rel=\"noopener\"\n  >\n    <span\n    class=\"gatsby-resp-image-background-image\"\n    style=\"padding-bottom: 150.99999999999997%; position: relative; bottom: 0; left: 0; background-image: url('data:image/jpeg;base64,/9j/2wBDABALDA4MChAODQ4SERATGCgaGBYWGDEjJR0oOjM9PDkzODdASFxOQERXRTc4UG1RV19iZ2hnPk1xeXBkeFxlZ2P/2wBDARESEhgVGC8aGi9jQjhCY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2P/wgARCAAeABQDASIAAhEBAxEB/8QAGAAAAwEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAIDBAH/xAAXAQEBAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAgED/9oADAMBAAIQAxAAAAFozSM3AQyId6rEiH//xAAbEAACAwEBAQAAAAAAAAAAAAAAAQIREjEhIv/aAAgBAQABBQJO43uWDi4abL+SMvLErdH/xAAUEQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAg/9oACAEDAQE/AR//xAAYEQEAAwEAAAAAAAAAAAAAAAAAAQIRMf/aAAgBAgEBPwHGuJpD/8QAGRAAAgMBAAAAAAAAAAAAAAAAABEBEDEg/9oACAEBAAY/AoRhsWxdf//EABwQAQADAAIDAAAAAAAAAAAAAAEAESFBUTFhcf/aAAgBAQABPyGgIyfWmAwfbKqbgqsZ4rnqdQjsQIDnUxkQCXtp5n//2gAMAwEAAgADAAAAEFsjPP/EABQRAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAACD/2gAIAQMBAT8QH//EABgRAQEBAQEAAAAAAAAAAAAAAAEAESFB/9oACAECAQE/EDao2fS5qS63/8QAHRABAAICAgMAAAAAAAAAAAAAAQARITFRYUGRsf/aAAgBAQABPxBWgZFmTq4UaDpuhNXNwgW7V9QQIXk8QYgTJKZirb2hQXOVitwx2nIVFXcGkBem4CkF+wwoAp//2Q=='); background-size: cover; display: block;\"\n  ></span>\n  <img\n        class=\"gatsby-resp-image-image\"\n        alt=\"Bekantan\"\n        title=\"Bekantan\"\n        src=\"/static/2336a063d781db05e314f10e0b169f8b/2c956/4006.jpg\"\n        srcset=\"/static/2336a063d781db05e314f10e0b169f8b/e07e9/4006.jpg 200w,\n/static/2336a063d781db05e314f10e0b169f8b/066f9/4006.jpg 400w,\n/static/2336a063d781db05e314f10e0b169f8b/2c956/4006.jpg 738w\"\n        sizes=\"(max-width: 738px) 100vw, 738px\"\n        style=\"width:100%;height:100%;margin:0;vertical-align:middle;position:absolute;top:0;left:0;\"\n        loading=\"lazy\"\n        decoding=\"async\"\n      />\n  </a>\n    </span></p>\n<p>Kami melanjutkan perjalanan dengan mengikuti aliran sungai. Cuaca panas sekali, matahari tepat berada vertikal diatas kepalaku. Aku melihat juga beberapa spesies binatang di sungai seperti ikan tembakul yang melompat, juga ular kobra yang secara kasual menyebrang dari sisi seberang sungai.</p>\n<p>Pak Rahmat menjelaskan semua kepadaku. Sampai kami berhenti sejenak untuk melihat seekor bekantan yang diyakini sebagai alpha dalam kelompoknya. Hewan ini sebenarnya sangat lemah dan pemalu. Mereka takut dengan kehidupan asing. Semua tersedia secara bebas di hutan ini. Mereka hidup dengan memakan daun mangrove, oksigen tak terbatas, air tak terbatas. Menjadikan mereka hewan yang sangat rentan dan sulit beradaptasi di lingkungan luar.</p>\n<p>Di sungai ini juga terdapat 2 buaya dan banyak sekali ular. Warga sekitar tidak takut akan hidup berdampingan dengan hewan disini. Mereka meyakini akan hutan yang terjaga, rantai makanan terjaga, maka segala hewan buas tidak akan pernah masuk ke pemukiman.</p>\n<p>Setelah sekitar 40 menit berlayar, perahu kami keluar dari area hutan dan pemandangan berganti dengan pelabuhan. Pelabuhan ini dipenuhi kapal minyak dan kapal batu bara besar yang bersandar.</p>\n<p><span\n      class=\"gatsby-resp-image-wrapper\"\n      style=\"position: relative; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 800px; \"\n    >\n      <a\n    class=\"gatsby-resp-image-link\"\n    href=\"/static/9c44e7a0b1a2c5f8ede64483acdd89b5/1ee56/5920.jpg\"\n    style=\"display: block\"\n    target=\"_blank\"\n    rel=\"noopener\"\n  >\n    <span\n    class=\"gatsby-resp-image-background-image\"\n    style=\"padding-bottom: 110.99999999999999%; position: relative; bottom: 0; left: 0; background-image: url('data:image/jpeg;base64,/9j/2wBDABALDA4MChAODQ4SERATGCgaGBYWGDEjJR0oOjM9PDkzODdASFxOQERXRTc4UG1RV19iZ2hnPk1xeXBkeFxlZ2P/2wBDARESEhgVGC8aGi9jQjhCY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2P/wgARCAAWABQDASIAAhEBAxEB/8QAFwABAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAUCBP/EABUBAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEA/9oADAMBAAIQAxAAAAGij4S0io7tE6Ef/8QAGhAAAgMBAQAAAAAAAAAAAAAAAQIAAwQSIv/aAAgBAQABBQLoxm8wahG0vBZewFFYjVJyFAH/xAAUEQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAg/9oACAEDAQE/AR//xAAUEQEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAg/9oACAECAQE/AR//xAAdEAABBAIDAAAAAAAAAAAAAAAAAhARMQESMkFx/9oACAEBAAY/Arbs4qn0rBKdoKKb/8QAGxABAAMAAwEAAAAAAAAAAAAAAQARITFBUZH/2gAIAQEAAT8hFysrYoHs3ppL7afGEeA6KmwC8JeShZh8DJ//2gAMAwEAAgADAAAAENDvPf/EABcRAAMBAAAAAAAAAAAAAAAAAAABERD/2gAIAQMBAT8QjJv/xAAXEQADAQAAAAAAAAAAAAAAAAAAAREQ/9oACAECAQE/EKikz//EABsQAQADAQEBAQAAAAAAAAAAAAEAETEhYUGR/9oACAEBAAE/EGTi2BeQvqFN/wAI8gW3JX51WeTnG+9LXrBzYFVQRVVNZsgZADgJ/9k='); background-size: cover; display: block;\"\n  ></span>\n  <img\n        class=\"gatsby-resp-image-image\"\n        alt=\"Kapal\"\n        title=\"Kapal\"\n        src=\"/static/9c44e7a0b1a2c5f8ede64483acdd89b5/4b190/5920.jpg\"\n        srcset=\"/static/9c44e7a0b1a2c5f8ede64483acdd89b5/e07e9/5920.jpg 200w,\n/static/9c44e7a0b1a2c5f8ede64483acdd89b5/066f9/5920.jpg 400w,\n/static/9c44e7a0b1a2c5f8ede64483acdd89b5/4b190/5920.jpg 800w,\n/static/9c44e7a0b1a2c5f8ede64483acdd89b5/1ee56/5920.jpg 1144w\"\n        sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\"\n        style=\"width:100%;height:100%;margin:0;vertical-align:middle;position:absolute;top:0;left:0;\"\n        loading=\"lazy\"\n        decoding=\"async\"\n      />\n  </a>\n    </span></p>\n<p><span\n      class=\"gatsby-resp-image-wrapper\"\n      style=\"position: relative; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 800px; \"\n    >\n      <a\n    class=\"gatsby-resp-image-link\"\n    href=\"/static/5a6d2507c2601442c940deba05705dc5/1ee56/11220.jpg\"\n    style=\"display: block\"\n    target=\"_blank\"\n    rel=\"noopener\"\n  >\n    <span\n    class=\"gatsby-resp-image-background-image\"\n    style=\"padding-bottom: 110.99999999999999%; position: relative; bottom: 0; left: 0; background-image: url('data:image/jpeg;base64,/9j/2wBDABALDA4MChAODQ4SERATGCgaGBYWGDEjJR0oOjM9PDkzODdASFxOQERXRTc4UG1RV19iZ2hnPk1xeXBkeFxlZ2P/2wBDARESEhgVGC8aGi9jQjhCY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2P/wgARCAAWABQDASIAAhEBAxEB/8QAGgABAAMAAwAAAAAAAAAAAAAAAAIDBAEFBv/EABgBAAIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAIDAAEE/9oADAMBAAIQAxAAAAHus+WRLktMDzPJndYKn//EABsQAAICAwEAAAAAAAAAAAAAAAECABEDBBIT/9oACAEBAAEFAiwAsOvJhzAquwt+iyzFJvoz/8QAGBEAAgMAAAAAAAAAAAAAAAAAAAEQESH/2gAIAQMBAT8B1lT/AP/EABgRAAIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAABEBES/9oACAECAQE/AbSNz//EABoQAAICAwAAAAAAAAAAAAAAAAABITECECD/2gAIAQEABj8CbRGOoKgvj//EAB0QAQACAgIDAAAAAAAAAAAAAAEAESFBEIExYXH/2gAIAQEAAT8hrYd1G7EXfAzAF46gaH0jf4dQIaZhJ7J//9oADAMBAAIAAwAAABDYKEP/xAAYEQACAwAAAAAAAAAAAAAAAAAAEQEQIf/aAAgBAwEBPxCUaNf/xAAXEQEBAQEAAAAAAAAAAAAAAAABABEQ/9oACAECAQE/EB2lief/xAAdEAEAAwACAwEAAAAAAAAAAAABABEhMUFRgaGx/9oACAEBAAE/EMCgVwuVDDbYU9koyowhQrb1VsckoZ2aPEfZa9wv4Qewc2UKTDHsjwn1P//Z'); background-size: cover; display: block;\"\n  ></span>\n  <img\n        class=\"gatsby-resp-image-image\"\n        alt=\"Semen\"\n        title=\"Semen\"\n        src=\"/static/5a6d2507c2601442c940deba05705dc5/4b190/11220.jpg\"\n        srcset=\"/static/5a6d2507c2601442c940deba05705dc5/e07e9/11220.jpg 200w,\n/static/5a6d2507c2601442c940deba05705dc5/066f9/11220.jpg 400w,\n/static/5a6d2507c2601442c940deba05705dc5/4b190/11220.jpg 800w,\n/static/5a6d2507c2601442c940deba05705dc5/1ee56/11220.jpg 1144w\"\n        sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\"\n        style=\"width:100%;height:100%;margin:0;vertical-align:middle;position:absolute;top:0;left:0;\"\n        loading=\"lazy\"\n        decoding=\"async\"\n      />\n  </a>\n    </span></p>\n<p>Aku merasa baru saja berada di hutan belantara, secara kontras semuanya berubah menjadi industrial. Bagaimanapun juga, masyarakat hidup atas kedua elemen ini. Ini menjadi penyebab akan energi untuk mobilitas dan juga segala hal yang tenggorokanku perlukan untuk hidup. Pertanyaan sekaligus harapannya adalah, apakah semua ini bisa tetap berada pada garis keseimbangan? Dahulunya, pelabuhan ini adalah bagian dari hutan. Mereka mengubahnya menjadi industri semen dan minyak, berjanji akan membentuk dan memperbaiki kerusakan yang disebabkan pembangunan.</p>\n<p>\"Balikpapan ini kota lama, tapi belum banyak terekspos saja. Ini tempat saya mancing sejak saya kecil yang sudah mengalami banyak perubahan. Kami hidup diatas pipa minyak. Kalau terjadi ledakan, meledak lah sudah Balikpapan ini\". Ujar Pak Rahmat.</p>\n<p>Kami juga sempat berdiskusi singkat soal Ibu Kota Nusantara (IKN) yang masih sedang dalam proses pembangunan. Aku menyadari bahwa untuk kami di Pulau Jawa, banyak orang yang bilang bahwa pemindahan ibu kota Indonesia ini dikecam karena boros biaya dan memakan uang pajak. Namun ironisnya, mereka jugalah yang mengharapkan kalau IKN ini akan gagal dan mangkrak.</p>\n<p>Sejauh aku berdiskusi dengan Pak Rahmat dan warga sekitar, tidak ada yang kontra sama sekali dengan IKN. Tempat yang bagi mereka begitu megah, modern, dan banyak kunjungan dari berbagai masyarakat nasional. Aku belum sempat berkunjung kesana, tapi aku akan segera melihatnya pada hari setelah hari Idul Adha yang akan dilaksanakan besok.</p>\n<p>\"IKN awalnya pada masa pemerintah Soekarno direncanakan dibangun di Pulau Kalimantan dengan kota Palangkaraya. Tapi di era Jokowi di akhirnya diwujudkan di Kalimantan Timur, di sebuah tanah negara dari hutan industri yang sudah rusak. Dibangun dan diperbaiki oleh pemerintah\", jelas Pak Rahmat.</p>\n<p>Perjalanan ini membawakan pelajaran berharga kepadaku. Akan sebuah ilmu saintifik yang seimbang dengan mitologi mistik sekitar. Semuanya mengharapkan arah yang menuju \"sustainability\".</p>\n<p><span\n      class=\"gatsby-resp-image-wrapper\"\n      style=\"position: relative; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; max-width: 800px; \"\n    >\n      <a\n    class=\"gatsby-resp-image-link\"\n    href=\"/static/c2c70c0eb83eba28bd85befdc029701b/8a8a2/82702.jpg\"\n    style=\"display: block\"\n    target=\"_blank\"\n    rel=\"noopener\"\n  >\n    <span\n    class=\"gatsby-resp-image-background-image\"\n    style=\"padding-bottom: 106%; position: relative; bottom: 0; left: 0; background-image: url('data:image/jpeg;base64,/9j/2wBDABALDA4MChAODQ4SERATGCgaGBYWGDEjJR0oOjM9PDkzODdASFxOQERXRTc4UG1RV19iZ2hnPk1xeXBkeFxlZ2P/2wBDARESEhgVGC8aGi9jQjhCY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2P/wgARCAAVABQDASIAAhEBAxEB/8QAGAABAQEBAQAAAAAAAAAAAAAAAAQDAgb/xAAYAQACAwAAAAAAAAAAAAAAAAACAwABBP/aAAwDAQACEAMQAAABm4ozXJWYq9BqCcQfm//EABwQAAIDAQADAAAAAAAAAAAAAAABAhESAwQTIf/aAAgBAQABBQLeTWnZDx/YS4tDiyHxdKqoM//EABgRAAIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAABEBES/9oACAEDAQE/AanbP//EABcRAAMBAAAAAAAAAAAAAAAAAAABEBL/2gAIAQIBAT8BuUf/xAAaEAACAwEBAAAAAAAAAAAAAAAAARARMSES/9oACAEBAAY/AjY1JGVUcOqy/J//xAAcEAADAAIDAQAAAAAAAAAAAAAAARFBUSExYfH/2gAIAQEAAT8hWatmQmxz9MryBRFslZK0kR2QSrhp/9oADAMBAAIAAwAAABAkOL//xAAZEQADAAMAAAAAAAAAAAAAAAAAAREhMUH/2gAIAQMBAT8QWJDiHXZ//8QAGBEAAwEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAERITH/2gAIAQIBAT8QxEQhT4f/xAAfEAEBAAIBBAMAAAAAAAAAAAABEQAhQTFRcYFhwfD/2gAIAQEAAT8QVohEq78riEo1ov64DhfWGqptYW9tYluPa9fGU4L6yBRcHzmmfQ5mEmQso/Wf/9k='); background-size: cover; display: block;\"\n  ></span>\n  <img\n        class=\"gatsby-resp-image-image\"\n        alt=\"Aku\"\n        title=\"Aku\"\n        src=\"/static/c2c70c0eb83eba28bd85befdc029701b/4b190/82702.jpg\"\n        srcset=\"/static/c2c70c0eb83eba28bd85befdc029701b/e07e9/82702.jpg 200w,\n/static/c2c70c0eb83eba28bd85befdc029701b/066f9/82702.jpg 400w,\n/static/c2c70c0eb83eba28bd85befdc029701b/4b190/82702.jpg 800w,\n/static/c2c70c0eb83eba28bd85befdc029701b/8a8a2/82702.jpg 1008w\"\n        sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\"\n        style=\"width:100%;height:100%;margin:0;vertical-align:middle;position:absolute;top:0;left:0;\"\n        loading=\"lazy\"\n        decoding=\"async\"\n      />\n  </a>\n    </span></p>","excerpt":"Balikpapan, Kalimantan Timur. Tahun 1897, seorang insinyur dan ahli kehutanan Belanda, J.H. Menten, menemukan sumur minyak pertama di…","fields":{"slug":"/vegetasi-hutan-mangrove-kalimantan-diatas-pipa-minyak/"},"frontmatter":{"title":"Vegetasi Hutan Mangrove Kalimantan di Atas Infrastruktur Pipa Minyak","date":"May 26, 2026","tags":["traveling"],"categories":["Pengalaman"],"description":"no description","comments_off":"no","thumbnail":{"childImageSharp":{"fixed":{"base64":"data:image/jpeg;base64,/9j/2wBDABALDA4MChAODQ4SERATGCgaGBYWGDEjJR0oOjM9PDkzODdASFxOQERXRTc4UG1RV19iZ2hnPk1xeXBkeFxlZ2P/2wBDARESEhgVGC8aGi9jQjhCY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2NjY2P/wgARCAAUABQDASIAAhEBAxEB/8QAFwABAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAMEAv/EABYBAQEBAAAAAAAAAAAAAAAAAAEAAv/aAAwDAQACEAMQAAAB181zxnXZNkS3cB//xAAbEAADAAIDAAAAAAAAAAAAAAABAgMEEgAjM//aAAgBAQABBQIZatwZE2NqHdYoElNHV47NTygOsAMP/8QAGBEBAQADAAAAAAAAAAAAAAAAABESIUH/2gAIAQMBAT8Bx0jiP//EABgRAQEAAwAAAAAAAAAAAAAAAAEAAhAR/9oACAECAQE/ATKV11v/xAAcEAEBAAICAwAAAAAAAAAAAAABABEhAjEigaH/2gAIAQEABj8C6tuLx6svEh+WgIvUKX//xAAcEAEAAgIDAQAAAAAAAAAAAAABABEhMUFRYXH/2gAIAQEAAT8hOpox4B1xFPg1zE+UMYgWIREDoZt+Qqn3CYXU/9oADAMBAAIAAwAAABBD6P3/xAAYEQEAAwEAAAAAAAAAAAAAAAABABARUf/aAAgBAwEBPxBDpgcpjk//xAAYEQADAQEAAAAAAAAAAAAAAAAAARExYf/aAAgBAgEBPxBicKhadD//xAAaEAEBAQEBAQEAAAAAAAAAAAABEQAhMUFx/9oACAEBAAE/ECRmFt5pk7ioHRMJAuVhFKABfMhQJPB93KIAHMnojWJDw/S10aQDlN//2Q==","width":150,"height":150,"src":"/static/8ed4d66a29544eb9497fcae66d11c11d/dcd9a/86701.jpg","srcSet":"/static/8ed4d66a29544eb9497fcae66d11c11d/dcd9a/86701.jpg 1x,\n/static/8ed4d66a29544eb9497fcae66d11c11d/66ecd/86701.jpg 1.5x,\n/static/8ed4d66a29544eb9497fcae66d11c11d/25e3f/86701.jpg 2x"}}}}}},"pageContext":{"slug":"/vegetasi-hutan-mangrove-kalimantan-diatas-pipa-minyak/","previous":{"id":"d3bac229-b522-5d5e-8e50-adabccdca450","frontmatter":{"title":"Sebuah Langkah di Ketinggian 4.200 mdpl: Kota di Langit, Tibet 🇨🇳","tags":["traveling"],"categories":["Lembaran Baru","Pengalaman"],"template":"post"},"fields":{"slug":"/kota-di-langit-tibet/"}},"next":null}},
    "staticQueryHashes": []}