Persiapan Solo Traveling ke Thailand
Besok sore, aku akan terbang ke Thailand. Ini adalah solo traveling keduaku setelah ke Vietnam tahun lalu. Dengan pekerjaan baruku, aku bisa bebas keliling negara manapun sambil bekerja remote.
Hal yang menjadi tujuanku untuk melakukan solo traveling ini tidak hanya untuk mencari tahu apa yang tidak aku ketahui soal tempat dan orang baru, tetapi juga untuk mencari tahu apa yang tidak aku ketahui tentang diriku sendiri.
Sudah selama 6 bulan terakhir ini aku merasakan perasaan cemas yang tidak pernah berhenti. Aku merasa kehilangan arah dan selalu bertanya tentang kenapa aku menjadi orang yang seperti ini dan untuk apa.
Ini bukanlah soal perempuan dan putus cinta. Ini soal sesuatu di dalam diriku yang tidak bisa dijelaskan. Kejadian itu benar-benar men-trigger banyak hal di dalam kepalaku. Baik di masa lalu, masa kini, dan masa depan. Aku tidak pernah tahu kalau aku memiliki sebuah trauma yang belum sembuh. Beberapa masalah di pekerjaan, keluarga, dan perempuan brengsek ini, menyalakan kembali rasa trauma itu.
Di tengah malam, dengan perasaan gelisah, aku hanya berfikir untuk pergi ke suatu tempat. Tempat yang jauh. Secara random dan absurd, segera ku-book tiket pesawat ke Thailand yang akan berangkat 3 minggu lagi. Aku bahkan belum punya rencana mau kemana, dan akan ngapain, dan tinggal dimana.
Dan disinilah aku sekarang. Mencoba mencari diriku sendiri. Aku tidak tahu akan apa yang terjadi, namun aku tahu caranya menjaga diri. Dan semoga tuhanku melindungi.