Perubahan Persepsi
Semakin dewasa, persepsi tentang dunia semakin berubah. Aku bisa memperhatikan dengan sangat dalam kepada hal yang sangat kecil. Kayak kenapa orang nguap, ngupil, ngeludah, dan menggerakan badannya. Kenapa bisa begitu, siapa yang suruh, dan apa dampaknya bagi kehidupan yang fana ini.
Semakin aku berfikir, semakin berubah persepsiku tentang apa yang aku perhatikan. Mungkin itu sebabnya aku ngerasa aneh kalau ngeliat orang banyak, aneh melihat sepatu, aneh melihat matahari, aneh melihat bulan, aneh melihat rumah dan semuanya.
Oke, jadi inilah yang aku pikirkan sekarang.
Aneh Melihat Orang Banyak
Manusia memiliki hidup yang kompleks dan mereka saling ketergantungan. Setiap orang punya pengaruh baik secara langsung maupun secara tidak langsung terhadap sesama. Mereka juga punya kisah hidup dan tujuan hidupnya masing-masing. Itulah yang bikin aku ngerasa aneh jika makhluk itu berkumpul di sebuah keramaian. Apalagi kalau ngeliat di jalan raya. Seperti sekelompok manusia dengan masalah yang berbeda-beda, mengendarai kendaraan untuk tujuan tertentu yang sangat penting baginya, dengan kondisi mood dan isi fikiran yang berbeda. Menoleh ke trotoar, ngeliat orang jualan. Mikir, kenapa dia berjualan. Kemudian ada orang yang mengemis. Mikir, apa yang membuat dia ngemis. Tiap pasti orang memiliki film tak terproduksinya sendiri.
Aneh Melihat Matahari
Selanjutnya menatap keatas langit. Wah, itu matahari. Walaupun cuma ngeliat setengah detik (takut buta). Melihat matahari membuat aku berfikir tentang benda tertua di bumi atau bahkan sebelum bumi dan penghuninya ada. Itulah matahari. Jika kita merasa takjub dengan penemuan fosil jutaan tahun, matahari lebih tua dari itu. Dia adalah saksi bisu terbesar yang pernah ada. Dia tahu segala hal tentang mitos dan legenda yang ada di bumi. Nabi adam, nabi isa, nabi muhammad, firaun, soekarno, elvis presley, john lennon, justin bieber, ariana grande, mereka menatap matahari yang sama dengan yang aku liat sekarang.
Aneh Melihat Benda Sekeliling
Dulu aku tau bentuk semua benda karena aku melihat benda tersebut. Padahal seharusnya, semua yang aku lihat adalah refleksi cahaya. Artinya, aku gak pernah liat sepatu, aku gak pernah liat bakso, aku gak pernah liat rumah, aku gak pernah liat pohon. Yang sebenarnya terjadi adalah, aku hanya melihat pantulan cahaya dari benda tersebut.
Aneh Melihat Diri Sendiri
Kenapa aku bisa hidup? Kenapa aku bisa gerakin badan sesukanya? Kenapa aku bisa membuat rencana kedepan? Seharusnya secara sains, jika manusia tercipta dari evolusi yang rumit, harusnya semua terjadi begitu aja. Manusia hidup, ya idup aja. Seperti robot yang hidup tanpa nyawa. Tapi kok aku idup dan bisa melakukannya secara bebas? Aku merasa seperti diri ini terdiri dari 2 lapis. Ruh dan raga. Aku melihat diriku sebagai manusia dengan kostum badut. Yang mana badut itu adalah raga, dan manusia itu adalah ruh nya. Raga ini seperti bisa dilepas. Mau kemana aku ini? kenapa aku diciptakan?