Rencana Ke Amsterdam
Sudah 11 bulan aku kerja di Bali. Aku merasa sangat berkembang dari skill komputer dan sosialisasi ku disini. Pertama kali juga aku berada di tempat dimana aku menjadi minoritas dari segi agama dan usia. Semua orang sangat baik kepadaku disini. Dan aku merasa memang benar Bali adalah tempat dengan rasa toleransi paling tinggi. Bali membuka banyak pandangan baru yang belum pernah aku sadari sebelumnya.
Aku merasa banyak sekali hal yang aku pelajari dari sisi skill programming yang aku miliki. Banyak media untuk belajar disini. Sampai saat dimana boss ku di Bali dan boss client di Belanda bilang, mereka kagum kepadaku. CEO di perusahaan Belanda meminta perusahaanku jikalau aku bisa bekerja di Amsterdam dalam waktu sebulan untuk mereka mengenalku lebih dekat dan berkolaborasi dengan lebih baik.

Mereka menawarkan agar aku bisa bertukar posisi dengan salah satu engineer di Belanda. Jadi semacam uni exchange gitu. Aku akan ke Amsterdam dan dia akan ke Bali selama percobaan selama 1 bulan.
Jujur aja aku senang, itu akan menjadi hal terbaik yang terjadi dalam hidupku. Namun, hambatannya adalah, kinerja ku yang baik membuat perusahaan ku sulit melepasku untuk bekerja directly ke client. Mereka ingin aku tetap bekerja dengannya di Bali. Tentu saja aku harus mengikuti keputusan perusahaan ku di Bali karena aku masih terikat kontrak, padahal boss client di Belanda sangat ingin membawaku ke Amsterdam. Mereka masih mencoba ngobrol dengan perusahaanku sebagaimana baiknya nanti.
Sampai sekarang, mereka masih bernegosiasi. Dari sisi ku sendiri, banyak yang harus jadi pertimbangan. Soal biaya hidup disana, dokumen turis, dan gaji yang kumiliki saat ini. Semoga rencana ini akan berakhir dengan konklusi terbaik.