Hari ini 1 Januari 2026. Waktu terasa begitu cepat dimana 2025 melayang begitu saja.

Melihat kembali ke belakang tahun 2025, ternyata banyak sekali hal yang terjadi. Beberapa hal yang mungkin akan mengubah hidupku kedepan. Aku merasa tahun 2026 ini adalah awal sesuatu yang baru, begitu banyak cabang yang harus dipilih dan dibentuk. Ketegangan dan tekanan ini terasa begitu familiar. Ya, perasaan ini pernah kurasakan, persis diawal tahun 2024.

Akhir 2023, aku baru saja dipecat dari pekerjaanku karena efisiensi dan (mungkin) karena aku terlalu banyak crash dengan perusahaan ini. Aku termenung dengan kegelisahan. Aku menuangkannya dalam tulisan berjudul "Pemecutan Diri" di blog pribadiku.

Mengutip kembali dari tulisan itu,

"Selama setahun ini (2023), setelah aku keluar kerja dari Evos, aku sudah berniat kepada diriku sendiri untuk melakukan segala hal yang belum pernah kulakukan sebelumnya."

"Selama transisi dan masa-masa beratku di Jakarta selama 3 bulan, aku sudah bertekad untuk memecut diriku lebih keras lagi. Targetnya kali ini adalah mentalitas dan pola pikir yang ada di dalam diriku. Aku sadar bahwa aku memiliki kemampuan belajar dan teknis yang baik, namun aku masih harus belajar banyak hal lagi soal mengenal kehidupan dan pola pikir dewasa manusia. Oleh karena itu, langsung saja aku bertekad untuk stop belajar komputer lebih dalam, dan pergi sejauh mungkin dan lakukan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Untuk mengenal diri sendiri, untuk mengenal hidup, dan untuk memperbaiki sikap agar orang lain memandang diriku seperti yang aku harapkan."

"Aku harus bisa memfilter orang-orang di sekitarku. Aku harus bisa mengatasi segala kemampuan sosialku. Aku harus bisa untuk lebih menjadi diri sendiri. Aku harus terbiasa dengan segala pertemuan dan kehilangan. Aku harus terbiasa untuk memutus hubungan atau pertemanan dengan orang lain atau memulai hubungan atau pertemanan dengan orang lain. Dan yang paling penting, aku harus bisa memposisikan diri, aku harus menjadi orang yang lebih positif dan tidak melulu rendah diri."

Kemudian di 2024, aku melakukan hal yang diluar ekspektasi diriku sendiri. Aku mendapatkan kembali pekerjaan secara remote. Aku membuka bisnis untuk pertama kali, peternakan kambing di Lampung. Lalu aku membeli tanah pertamaku seluas 2137 m2. Lokasinya di desa, namun hanya 12 menit ke bandara dan pintu tol utama Lampung. Lalu untuk pertama kalinya, aku pergi ke Eropa, dilanjutkan solo traveling ke Malaysia dan India. Semua kulakukan sembari bekerja secara online.

Keputusan besar lainnya, di tahun itu aku memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S1 ku di President University setelah gapyear selama 2.5 tahun. Akhirnya aku menjadi mahasiswa.

Semua itu tak lain hanya untuk membangun kepercayadiri-anku. Untuk membuat diriku sendiri bangga terhadap diriku.

2025 ini, aku berhasil mencapai Sillicon Vallley di California, Amerika. Melakukan speech dan pitching kepada semua orang disana.

Aku mengikuti hackathon bersama temanku di Malang selama 1.5 bulan. Kemudian stay di Jogja selama 2 bulan.

Aku tetap melanjutkan pekerjaanku. Lalu titik penting kembali terjadi. Aku terpaksa berhenti dari pekerjaanku karena mereka mendeklarasikan kebangkrutan.

Setelah keluar dari pekerjaan, aku bertemu dengan seorang gadis. Perempuan dari Taiwan. Ia hanya diam saja, tapi tanpa dia sadari, dia membangkitkan semangat hidupku kembali untuk kembali menggapai hal-hal yang belum sempat aku gapai. Dia adalah Emy.

Aku melakukan hal-hal hebat bersamanya. Mendaki gunung rinjani, pergi ke Palawan, Filipina, traveling bersama ke bandung. Aku benar-benar sangat mencintainya, dan tantangan besar benar-benar menungguku didepan.

Sekarang di hari pertama 2026 ini, aku masih belum punya pekerjaan tetap. Tapi aku punya pandangan apa yang harus aku pelajari dan miliki. Ditengah ombak besar ini, aku mengambang. Dalam tekad dan kegelisahan. Persis seperti awal 2024 itu.