Yokohama, Jepang, 2 mei 2025. Kota ini baru saja diguyur hujan, tidak deras, tapi suasana dinginnya membuat termenung.

Aku berjalan ke pinggir pantai, menelusuri pelabuhan dan taman disana. Bunga disini sangat banyak warnanya. Hanya berkeliling tanpa arah, membuat hati rasanya lebih damai pasca stress dan gelisah yang aku alami di penerbangan sebelumnya yang sudah aku tulis di: Tantangan Besar Untuk Pergi ke Amerika.

---

Jika aku yang masih duduk di bangku SMP ditanya, "cita-citamu mau jadi apa?" Teman-temanku selalu tahu jawaban templateku: kerja di kantor Google.

Dari dulu aku memang obsesi dengan pemrograman dan komputer. Bisa dibilang ketertarikanku ini dimulai cukup awal karena aku mulai mendalami pemrograman di tahun 2013 ketika masih duduk di bangku sekolah dasar, bermodalkan laptop yang kupinjam dari guruku. Namun teringat ketika aku mencapai jenjang SMK, seluruh harapan itu tampak luntur dan hancur seketika. Somehow mataku terbuka lebar akan berbagai tantangan dan realita hidup saat di jenjang ini. Aku hanyalah anak kecil dengan previlege kecil dan lingkungan yang sulit membuat bakat berkembang.

Lalu 5 tahun kemudian, siapa tahu? Setiap detik, setiap jam, dan setiap hari yang secara konsisten kudedikasikan untuk pekerjaan yang aku sukai ini, menuntunku ke tempat yang menjadi impian terbesarku.

Disinilah aku, bunga-bunga di pantai Yokohama bermekaran, mendamaikan hatiku yang gelisah sebelumnya. 9 jam transit di Jepang yang aku habiskan untuk eksplor sebentar, sebelum melanjutkan ke penerbanganku selanjutnya menuju San Francisco, California, Amerika Serikat.

Yokohama

Yokohama

Penerbangan dari Tokyo ke San Francisco memakan waktu sekitar 11 jam. Perbedaan jam nya sendiri cukup jauh, yaitu 14 jam dari Waktu Indonesia Barat! Sudah bisa dipastikan kalau aku akan mengalami jet lag yang cukup berat.

Tanggung jawab dari kegiatanku di Amerika sangat besar dan akan penuh tekanan. Ini adalah program akselerasi untuk startup dan perusahaan yang diadakan atas kerja sama Cardano Foundation dan Draper University di San Mateo, California. Misiku adalah untuk mempelajari, dan melakukan pitching untuk para investor disana dengan harapan perusahaanku mendapat investasi dengan target 1.56 juta euro pada private round setelah sukses dalam investasi seed round sebelumnya.

---

Setelah penerbangan ke masa lalu ini, mendaratlah aku di Bandara Internasional San Francisco pukul 12 siang waktu setempat. Di dalam bandara terasa panas karena teriknya sinar matahari menembus jendela kaca. Tapi sebenarnya, di luar bandara ini, angin dan udaranya sangat dingin.

BANDARA SF

Aku bergegas keluar dan mengabari Daniel, CFO dari perusahaanku bekerja. Lantas ia langsung order uber untukku dari San Francisco, menuju San Mateo (30 menit perjalanan).

Melihat jalanan di California dari dalam kaca mobil, ini benar-benar sulit dipercaya. Driver uber kali itu adalah seorang perempuan berkulit hitam dengan nada bicara khas film Holywood. Dia sangat menarik dan ramah.

"This is my first time in America", kataku.
"Your first time huh? Congratulation man! You gonna love it!"

Ia bisa menebak bahwa aku bekerja di bidang IT. Semua orang yang ingin sukses dalam bidang teknologi bekerja dan belajar disini. Kota ini adalah kiblat dari teknologi dunia.

Sampailah aku tepat di depan Draper University. Disana, Daniel sudah menunggu di depan.

"Heyy welcome to America! Great to see you again!", sapa Daniel.
"Yaa, right! Feels crazy. Good to see you!", sapaku kembali.

Terakhir aku bertemu dengan Daniel adalah di salah satu stasiun di Amsterdam, Belanda. Aku menuju hotelku dan dia menuju apartmennya di Den Haag. Waktu itu kami pulang dari event barbeque yang diadakan di private garden house CEO ku.

Daniel mengajakku keliling kampus ini. Menjelaskan setiap sudut yang ada di kampus ini. Iapun mengenaliku dengan staff kampus yang mana aku akan lebih sering berkomunikasi dengannya. Setelah aku terdaftar, akupun diarahkan ke kamar asrama. Aku akan tinggal berdua dengan Daniel dalam satu ruangan.

14 jam perbedaan waktu dalam semalam, kepalaku mulai merasa beratnya jet lag. Aku merasa siang disini adalah waktu malamku dan badanku seakan-akan meminta harus tidur. Rasa bersemangat masih mengalahkan rasa kantukku dan perasaan aneh dari badan ini.

Akupun turun ke bawah, ke lobby.

Wah, kampus ini benar-benar didesain untuk networking dan bersosialisasi. Daniel mengajakku bergabung dengan para founder lain. Disana, kami hanya makan sushi, barbeque, dan pesta.

Karena malam ini adalah akhir pekan, staff kampus mengumpulkan kami semua. Kemudian ada beberapa orang yang membawa speaker besar dengan segenggam alkohol di tangannya. Semua membentuk lingkaran dan berdansa musik latina. Malam itu semua orang mabuk dan berdansa ria.

Di sela malam, aku menepi ke bar bersama Taichi--seorang founder dari Jepang, dan Winson--seorang founder dari Hong Kong. Tampaknya banyak orang disini sudah mengenal satu sama lain. Mereka kebanyakan dari komunitas yang sama, yaitu komunitas Cardano.

Sebuah malam yang sangat seru. Malam pertama di Amerika yang sempurna untuk bonding bersama teman baru dan menghilangkan sedikit overthinking ku soal kegiatan dalam program disini. Aku tidak ekspek kalau akan sesantai ini. Namun aku tahu, di weekday, setiap hari akan semakin berat dan penuh kegiatan dan tekanan.

---

Hari berganti. Di sabtu ini, aku bangun pagi sekali karena ingin menikmati udara pagi dan tanah langsung dari kota ini. Malam sebelumnya aku kesulitan tidur. Rasanya badanku masih bingung dan merasa bahwa malam disini masihlah siang.

Salah satu cara untuk menyesuaikan badan ini secepat mungkin adalah dengan tidak menuruti badanku untuk selalu tidur. Aku bangun sepagi mungkin dan lari menuju sebuah danau. Disana ada semacam gundukan serupa bukit kecil yang bisa didaki hanya selama 3 menit. Dari atas sana, aku melihat jembatan San Mateo, perkotaan di San Francisco, dan juga bendera Amerika besar berkibar diatas rumah.

Kurasakan tiap hirupan nafasnya, kulepas alas kakiku untuk merasakan sentuhan tanahnya. Hahaha, itulah ritualku setiap pergi ke tempat baru. Aku rasa wajar-wajar saja meskipun terkesan berlebihan.

Danau

Sesampainya kembali aku ke asrama, aku lihat Daniel masih tidur. Kampuspun masih sepi. Katanya normalnya orang-orang disini bangun jam 9 pagi.

Aku hanya hangout dan bersosialisasi dengan orang orang di area kampus ini.

---

Kebetulan hari ini adalah hari ulang tahun dari Mateo, seorang founder dari Italia. Ia mengundang semua orang dalam open event untuk pergi ke San Francisco untuk menonton stand up comedy. Bersama 4 orang lain yang sign up, aku pergi bersama mereka di malam hari.

5 Founder

Sampailah kami di sebuah bar dan menonton stand up comedy. SEJUJURNYA! Komedian yang tampil sangat amat mengecewakan ahahhaha. Semua lelucon yang dikeluarkan sangat tidak lucu bagi kami semua. Bahkan menurutku, Mateo lebih lucu dari mereka semua yang tampil. Lelucon khas orang Amerika di kafe itu hanya berisi sara, pornografi, dan roasting audiens yang tidak berarah.

Kami semua bukanlah orang Amerika, salah satu teman kami, Raul, bilang, "after this, I will appreciate my local comedian more".

Komedian The Function

---

Aku tidak membuang waktu. Hari berikutnya ini adalah hari minggu. Aku berniat mengunjungi pusat Silicon Valley, tepatnya di area Palo Alto. Aku ingin mengunjungi tempat yang selalu aku impikan sebelumnya.

Perjalanan pertama, aku naik kereta dari San Mateo, dengan arah San Jose.

Dazz Cam Stasiun

Sepanjang perjalanan, aku melihat ke jendela kereta. Kota ini penuh dengan berbagai kantor perusahaan digital terkenal. Sempat terlewat kantor Roblox, sebuah perusahaan game yang kumainkan sejak lama bersama keponakanku.

Sampailah aku di stasiun Palo Alto. Dari sini, aku berjalan.

Computer History Museum

Ini adalah tujuan pertama ku.

Computer History Museum (CHM) adalah museum terkemuka di Mountain View, California, yang didirikan pada tahun 1996 untuk melestarikan dan menyajikan artefak revolusi komputer serta dampaknya terhadap masyarakat. Tempat ini menyimpan koleksi sejarah komputasi terbesar di dunia, mencakup komputer langka, perangkat lunak, dan sejarah lisan.

Alkisah ada sebuah mesin yang menjadi alat enkripsi data dan koordinat target serangan tentara Jerman dalam perang dunia kedua. Mesin ini bernama Enigma. Enigma ini tidak terkalahkan, hingga seorang matematikawan Inggris, Alan Turing, berpendapat bahwa mesin hanya bisa dikalahkan oleh mesin. Maka ia membuat mesin bernama Turing Machine yang dapat bekerja memecah puzzle dari mesin enkripsi Jerman ini, yang menjadi cikal bakal mesin komputer modern.

Mesin Enigma ini terpajang di CHM. Begitu banyak hal menari di kepalaku ketika melihat Enigma di depan mataku.

Enigma

Lalu untuk pertama kalinya, aku melihat koleksi Macintosh pertama yang didemokan oleh Steve Jobs pada tahun 1984, juga Macintosh Lisa.

Macintosh

Aku melihat berbagai koleksi komputer dan database storage dari IBM, berbagai perangkat kabel komunikasi pertama di dunia, dan juga sejarah dari World-Wide-Web. Semua ini hanya kupelajari dari textbook di sekolah dasar.

Satu hal yang juga menarik perhatianku adalah server besar Google di masa awal perusahaan tahun 1999.

Server Google

Di sela perjalananku mengelilingi museum ini, aku sempat membeli beberapa stiker Silicon Valley yang kutempel di balik layar laptopku.

Mengelilingi Kantor Google dan Microsoft di Mountain View

Aku benar-benar ingin menikmati perjalanan ini dengan lambat, pelan, dan puas. Aku berjalan kaki dari CHM ke kantor google yang berada di Mountain View. Kantor pusatnya masih berada cukup jauh, namun di sekitar area sudah terasa nuansa, warna, dan berbagai branding dari Google itu sendiri.

Sampai aku berada di suatu taman dengan sepeda berwarna khas logo Google itu sendiri. Di sepeda itu bertuliskan "for Google employee only". Ini sepeda yang biasa dipakai karyawan disana sebagai alat transportasi singkat. Dengan penasaran dan sedikit nekat, aku pun menggunakannya dan mengelilingi area ini lebih jauh. Sampailah aku di beberapa bangunan utama dari perusahaan ini.

"Google"

Itulah logo besar yang terpampang di gedung itu. Sejak dulu aku membayangkan bagaimana rasanya berada di dalamnya dan belajar banyak dengan orang-orang disana. Namun sekarang, memakai sepeda karyawannya adalah cukup dulu ahahha.

Kantor Google

Aku tetap mengayuh sepedaku sampai aku tiba di kantor Google Photos. Disana ada Google Cafe, dan bahkan Official Store Google Phone. Terdapat patung kincir angin persis logo Google Photos yang sangat besar disana.

Selesai berada di HQ Google, aku melanjutkan berjalan ke perusahaan besar lainnya: Microsoft.

Perusahaan IT berkumpul di Silicon Valley dan jaraknya dekat karena ekosistem yang tak tertandingi, meliputi akses mudah ke investor, talenta insinyur papan atas dari universitas terkemuka (seperti Stanford), serta budaya kolaborasi dan persaingan yang mendorong inovasi cepat. Kedekatan fisik ini memfasilitasi pertukaran ide, berbagi sumber daya, dan jaringan yang intensif.

Microsoft

Jam 8 malam, hari masih cerah walaupun sudah mejelang gelap. Aku akhirnya pulang, melewati sekumpulan orang yang sedang menghangatkan badan dengan api dalam sebuah rumah makan.

US

---

Tanggung jawab dimulai

Hari berganti, besok harinya adalah hari dimana segala kegiatan dimulai. Jadwal disini cukup lumayan padat.

Kalender Kegiatan

Di hari itu, seluruh founder berumpul dalam sebuah gedung bernama Hero Building.

Draper University membungkus segala kegiatan dan apapun yang kami pelajari dan kami buat seakan-akan kami adalah "pahlawan" untuk menolong kemanusiaan. Semua dekorasinya seninya terlihat seperti pahlawan super.

Disini akan ada demonstrasi bersejarah dalam jaringan UTXO Bitcoin, dimana 1 BTC telah berhasil ditransfer ke Wrapped BTC di jaringan Cardano.

BitcoinOS Completes First Bridgeless Cross-Chain BTC Transfer Between Bitcoin and Cardano

Semua orang di ruangan ini adalah founder dengan pengalaman teknikal yang sangat expert di bidangnya.

Aku banyak belajar lebih tentang teknologi UTXO dalam jaringan blockchain ini.

Kebanyakan kegiatan disini adalah bersosialisasi dan belajar bersama sampai hari pitching tiba. Semua orang menuyusun dan memberi feedback untuk pitch deck antar founder masing-masing. Begitupun aku dan Daniel.

---

Besok harinya, aku dan Daniel sarapan bersama. Kami pesan makanan yang sama: roti kering, omelet telur bayam, dan beberapa buah berry. Tapi dia meminum segelas besar kopi sedangkan aku teh hangat. Hari ini adalah hari perpisahanku dengannya. Dia harus kembali ke Belanda untuk menghadiri pernikahan saudaranya, lalu kembali ke Amerika 2 minggu kedepan. Jadi, selama 2 minggu ini, aku akan menjadi satu-satunya orang yang merepresentasikan perusahaan.

Sarapan dengan Daniel

Foto dengan Daniel

Aku mengantarnya sampai ke taksi Uber di depan kampus. Agak terkejut, ternyata disana sudah ada Natt yang membantu membawa koper besarnya. Dia adalah seorang wanita dari Hong Kong yang bekerja untuk sebuah perusahaan lain di program ini yang bergerak dibidang gambling bersama foundernya. Hari-hari sebelumnya, aku, Daniel, dan Natt memang sering bermain ping-pong bersama dan dia selalu berada di sekitar kami. Lucunya, akhir-akhir ini dia sangat tidak suka bekerja bersama foundernya ahahhaha.

Setelah Daniel pergi, aku kembali meneruskan pekerjaan dan segala tanggung jawab.

Hari ini akan ada sesi talkshow bersama Bradley Kam, dari Unstoppable Domain. Sebuah layanan DNS yang dikembangkan secara desentral dibawah blockchain.

Arisa, seorang founder / investor / pemandu kegiatan di Draper University, selalu siap melayani apapun yang kami butuhkan. Dia dulunya adalah founder dari Jepang yang ikut kegiatan dan pitching untuk Draper University yang kemudian direkrut untuk bekerja secara langsung memandu kegiatan akselerator setelahnya.

Di akhir sesi talkshow itu, Arisa berkata bahwa besok akan ada narasumber yang sangat ia impikan untuk berbagi pengalaman dari perusahaan yang ia miliki. Bridging hal tersebut, hari Jumat ini, seluruh founder akan melakukan showcase terbuka. Seluruh founder, termasuk aku, akan melakukan pitching secara terbuka disana.

Begitu banyak orang hebat yang tinggal di San Francisco, Silicon Valley, dan sekitarnya. Ini akan menjadi kesempatan bagi kami semua untuk mengundang siapapun untuk mengunjungi showcase tersebut.

---

Esok harinya, pagi sekali, aku melihat seorang yang kuyakini adalah seorang narasumber yang diceritakan Arisa kemarin. Secara inisiatif, aku menghampiri dan ngobrol dengannya. Benar saja, dia adalah Nick, pendiri dari Boardy AI, sebuah perusahaan AI yang bisa menjadi perantara cepat untuk berkoneksi dengan orang yang tepat, baik antar investor, client, ataupun founder. Nick adalah orang yang sangat menarik. Dari perusahaan AI ini, dia sudah mendapatkan investasi seed round sebesar 8 juta USD.

Ketika sesi speaking tiba, aku dengan seksama mempelajari pengalaman yang ia punya ini.

Siang harinya, adalah sesi technical feedback. Aku presentasi tentang produk dari perusahaanku untuk mendapatkan feedback dari seorang teknikal ekspert dari Cardano bernama Seungheon. Satu demi satu perusahaan menjelaskan segala visi dan problem yang mereka tangani dengan pemanfaatan jaringan Cardano. Sampai akhirnya giliranku, dan aku mempresentasikan sebagian kecil dari pitch decknya. Aku mendapat berbagai insight dan feedback yang menarik darinya.

---

Hari-hari berikutnya adalah penuh dengan berbagai pembelajaran, sesi networking sosial, dan berjalan-jalan di area sekitar kampus di sore hari. Aku belajar banyak sekali mulai dari workshop pitching investor, teknikal blockchain dari bitcoin, dan fundraising.

Kegiatan

Kegiatan

Kegiatan

Kegiatan

---

Tiba di hari Jumat, hari ini kami melaksanakan showcase untuk segala hal yang sudah kami buat dan pelajari.

Showcase dilaksanakan di San Francisco dan dihadiri oleh lebih dari 100 founder dan investor. Acara ini didominasi oleh sesi networking, sebuah sesi yang biasanya lebih penting dari pitching itu sendiri.

Di depan ratusan investor dan founder disana, aku membuka pitch deck yang telah disiapkan, dan mempresentasikan tentang perusahaanku. Pitching kali ini mencakup profil singkat problem, solution, traction, dan projection dari valuasi perusahaan.

Ada istilah yang namanya elevator pitching. Membayangkan diriku secara tidak sengaja / disengaja bertemu dengan investor / VC di lift sebuah gedung yang tinggi. Apakah aku bisa mempresentasikan segala hal dengan cepat sebelum lift tersebut sampai ke lantai tujuan?

Pitching memerlukan simplifikasi dan hook ketertarikan yang penting di awal impresi. Orang-orang ini tidak punya banyak waktu. Aku harus melakukannya kurang dari 3 menit.

Hasil keseluruhan bisa kubilang cukup sukses. Aku menjelaskan dengan lengkap dengan sedikit bahasa inggris yang terbata.

Pitching

Pitching

Pitching

---

Besoknya adalah akhir pekan. Tujuan hari ini adalah melihat jembatan merah yang menjadi icon dari San Francisco.

Jembatan SF

Jembatan SF

Hari ini, Nat juga mengajakku untuk bertemu dengan temannya yang juga aku temui di event workshop kemarin.

Kami pergi bermain tenis bersama Nat dan kedua teman baru: Chinmoy, seorang pria berketurunan Amerika-India, dan Jovy, seorang pengusaha wanita muda berketurunan Hongkong-Inggris.

Sehabis bermain tenis, kami lanjut ke taman, bermain perosotan seperti anak kecil ahahaha.

Perosotan

Aku diajak oleh mereka untuk makan malam bersama di apartemen Jovy. Dia memasak daging dan menyiapkan wine.

Dari siang itu, kami hangout sampai tengah malam sekali. Aku pulang kembali ke San Mateo bersama Nat, kembali ke kampus.

---

Hari-hari berlalu seperti biasanya. Sampai pada hari Selasa, 13 Mei 2025, seluruh founder termasuk aku diundang ke salah satu hotel paling mewah di California.

The Ritz-Carlton CA, sebuah hotel yang terletak di Half Moon Bay, pantai pesisir barat Amerika. Aku akan mengikuti event besar dari Draper University, yaitu The Draper Summit 2025. Acara ini diadakan tahunan sebagai hari jadi / ulang tahun dari Draper University itu sendiri.

Disini, banyak sekali orang penting yang diundang. Untuk pertama kalinya pula, aku melihat Tim Draper, seorang filantropis sekaligus pemilik dari perusahaan dan program ini. Ia mengenakan dasi dan kaos kaki Bitcoin yang sangat kontras. Tak pernah lepas dari kejaran setiap founder yang ingin bertemu dengannya.

Tim Draper

Disana, kami lagi-lagi melakukan banyak sekali sesi networking penting. Juga makan siang mewah di tepi pantai. Aku bertemu banyak sekali orang-orang teknologi yang dulu waktu kecil aku lihat di Youtube, salah satunya, Thomaz Suarez yang 12 tahun yang lalu menjadi pembicara muda di TedX.

Banyak sekali hal yang membuka pandanganku tentang dunia di level yang berbeda ini. Tentang bagaimana mereka berbicara, bersosialisasi, berkeluarga, dan berbisnis. Aku belajar banyak sekali. Banyak sekali.

Draper Summit

Draper Summit

Draper Summit

Draper Summit

Draper Summit

---

Di hari-hari selanjutnya, aku tetap tidak membuang waktu. Dikabarkan juga bahwa Daniel akan kembali.

Aku kembali ke San Jose untuk mengunjungi salah satu universitas paling terkenal di dunia, Stanford University.

Stanford

Stanford University adalah salah satu universitas riset swasta paling bergengsi di dunia, yang berlokasi di Stanford, California, Amerika Serikat. Berada tepat di jantung kawasan teknologi Silicon Valley, kampus ini sangat terkenal sebagai pusat inovasi dan tempat lahirnya para pendiri perusahaan teknologi global raksasa.

Salah satu cerita favoritku di kampus ini adalah ketika website pertama Google baru diluncurkan sebagai bentuk riset dari 2 mahasiswa terbaik Stanford: Page dan Brin. Mereka memberi akses situs Google ke publik untuk pertama kalinya dibawah domain google.stanford.edu.

Stanford

Aku mengunjungi perpustakaan besarnya, dan mengeksplor tiap sudut dari kampus ini, termasuk dalam hal teknologi, seni, dan lainnya.

Stanford

Stanford

Aku juga menonton show tech komedi dari Tech Roast Show. Fakta unik tentang show ini: aku sebenarnya sudah lama mengikuti video mereka lewat Instagram. Aku sempat berpikir bahwa sangatlah tidak mungkin mereka akan ke Indonesia untuk menggelar show ini. Tapi tak kusangka, aku bisa menonton mereka secara langsung di San Francisco. Mereka LUCUUU BANGETT ahahhaa.

Tech Roast Show

Tech Roast Show

Tech Roast Show

---

Seluruh accelerator program dari Draper University diakhiri dengan final pitching dari seluruh founder. Seluruh investor hadir, seluruh founder presentasi. Aku bertemu dan belajar banyak sekali dengan orang-orang yang ada disini.

Emosiku memuncak, segala mimpi terasa mudah untuk diwujudkan. Semua orang disini benar-benar orang dengan mimpi gila.

Perjalanan Berakhir

Program berakhir. Kami melakukan berbagai pesta dan perpisahan dengan semua orang yang terlibat. Kami juga diundang untuk dinner bersama salah satu investor utama dari DraperU.

Makan Malam

Makan Malam

Aku merencanakan makan siang bersama sekaligus perpisahan dengan Daniel di SF.

Amerika mengajarkanku banyak sekali hal tentang mimpi, passion, dan kegigihan.