Setelah semua rasa tidak percayamu kepadaku, semua keterserahanmu padaku, semua kebohonganmu kepadaku, semua doktrin dan pemahaman itu. Bagaimana jika aku bilang kepadamu, aku masih akan tetap menunggumu? Bagaimana kamu merespon perasaan itu? Ketika aku sudah tidak punya alasan apapun lagi, dan sudah disakitimu berkali-kali, tapi pilihanku masih tetap namamu. Apakah kamu akan tetap bilang bahwa aku bodoh seperti waktu itu? Pedulikah kamu untuk memberiku rasa percaya itu?

Kuanggap seperti itu. Hati ini memang harus dilawan, kebodohan ini harus dihentikan.